Contact Us

Address

Jl. Cengger Ayam 25

Malang, Jawa Timur, Indonesia

65141

Phone

+62 341 495375

+62 341 475387

Fax

+62 341 475387

Email

pesma.alhikam@gmail.com

staialhikam@plasa.com

al-hikam@telkom.net

uti

DINAMIKA PERGERAKAN SANTRI
Tuesday, 01 June 2010 00:18

dinamika1

 

Pemateri: Pak Wajir Wicaksono (kanan), Pak Jani (tengah), Ustd. Bahauddin menyampaikan materi di hadapan mahasiswa Al Hikam

Al-Hikam – Guest lecture (kuliah tamu) yang dimotori oleh Organisasi Santri Mahasiswa Al-Hikam (Ospam) kali ini menghadirkan sesepuh Lakpesdam kota Malang Wajir Wicaksono dan Bahaudin yang membahas tentang dinamika pergerakan santri Selasa , 19/01/10

 

 

dinamika2

 

Antusias: salah satu peserta guest lecture saat sesi Tanya jawab 

Dalam rangka menambah wawasan para mahasiswa tentang pergerakan santri di Indonesia mulai dari masa penjajahan sampai masa kemerdekaan, OSPAM mengadakan kegiatan kuliah tamu yang merupakan program unggulan. Guest lecture dengan tema “ Dinamika Pergerakan Santri “yang pada kesempatan ini menghadirkan tokoh intelektual NU kota Malang Wajir Wicaksosno dan Ketua Himpunan Santri Indonesia (HIMSANI) Bahaudin . 

Pada guest lecture ini yang di moderatori oleh Akhmad Jani mantan ketua OSPAM periode 2001, para narasumber diberikan waktu untuk menjelaskan tentang masalah dinamika pergerakan santri dari prespektif yang berbeda. Pembicara pertama adalah Ketua Himpunan Santri Indonesia (HIMSANI) Bahauddin yang kini menjadi pengasuh sebuah pesantren di tempat kelahirannya Blitar. Alumni mahasiswa STAIMA ini menjelaskan tentang sumber spirit pergerakan santri yang tidak lepas dari dua sumber pokok ajaran Islam yaitu al-Quran dan al-Hadist. Bersumber Spirit dari keduanya, maka pergerakan santri berusaha mewujudkan apa-apa yang menjadi tujuan dari Islam yaitu membawa seluruh manusia kejalan yang di ridoi oleh Allah SWT. Dan pergerakan santri harus mempunyai nilai akhlak al-karimah sehingga dapat menjadi motor penggerak dari terbentuknya manusia sebagai khalifah dimuka bumi ini.

Sementara itu nara sumber yang kedua lebih banyak menyoroti dinamika santri dari prespektif sejarah. Beliau memaparkan bagaimana perjuangan santri dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. “ kalaulah tidak ada resolusi jihad yang dikeluarkan oleh hadratusyaikh KH. Hasyim Asy’ari maka indonesia ini tidak akan merdeka seperti sekarang ini” ujar aktivis Lakpesdam NU ini. Bahkan beliau memberikan garansi tidak akan ada indonesia kalau tidak ada pergerakan para santri yang pada saat itu identik dengan masyarkat pesantren, dibawah naungan organisasi NU. 

Selanjutnya setelah kemerdekaan perjalanan pergerakan santri terus berjalan seiring jaman ketika NU menjadi partai politik banyak sekali dari kalangan santri yang aktif di panggung politik. Namun pada dekade70-80 pergerakan santri mulai mengalami tekanan dari penguasa dimana seluruh ruang gerak santri diawasi dan dicurigai. Pemerintah mulai intervensi dalam kehidupan sosial politik bangsa indonesia. Salah satunya terhadap NU yang menjadi wadah para santri untuk bergerak dan beraktifitas yang puncaknya pada tahun 1994 pada muktamar NU ke- 29 pemerintah berusaha mencampuri urusan rumahtangga NU dengan mencoba menjatuhkan kepemimpinan Gusdur yang kala itu merupakan simbol perlawanan kepada Rezim Orde Baru. Puncak dari dinamika pergerakan santri adalah ketika KH. Abdurrahman Wahid terpilih sebagai presiden RI. terang aktivis yang sudah malang melintang didunia LSM ini.

Pada sesi tanya jawab terjadi diskusi yang menarik antar para pewerta dan pemateri seputar pemikiran gusdur yang dianggap sebagai lokomotif pergerakan santri, dan seputar tanggapan tentang Ulil absar abdala dengan jaringan libelarnya. Di akhir kedua narasumber menegaskan bahwasanya pergerakan santri ini harus tetap berjalan dengan berbagai bentuk dan dinamika yang semuanya bersumber dari ajaran Rasulullah dengan di landasi nilai akhlak al-karimah demi tercapainya tujuan bahagia di dunia dan akhirat. (him)

 

 

Add comment


Security code
Refresh