|
Page 1 of 3 SEJARAH PENDIRIAN
Berawal dari cita-cita untuk menyumbangkan sesuatu khususnya dalam hal peningkatan sumberdaya manusia, KH Hasyim Muzadi bersama beberapa rekan diantaranya : KH. Drs. Tolhah Hasan, Drs. Slamet Efendi Yusuf, Drs Muhammad Ja’far (almarhum) dan H Ubaidillah Fadhil beritikad untuk mendirikan pesantren khusus untuk para mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi di Kota Malang.
Dipilihnya santri mahasiswa sebagai peserta didik di pesantren ini berdasarkan pemikiran bahwa kelompok inilah (mahasiswa/ sarjana) yang kelak akan banyak memegang peranan penting di masyarakat, sementara di perguruan tinggi masing-masing tempat para mahasiswa menuntut ilmu porsi pembinaan spiritual dan karakter mental masih sangat kurang. Karenannya harus tersedia tempat untuk membina moral, membangun karakter dan memperkuat basis keilmuan sehingga kelak akan mampu berperan secara maksimal di dunia kerja dan masyarakat yang tetap disemangati dengan nilai-nilai Keislaman, kebudayaan dan ke Indonesiaan.
Akhirnya pada tanggal 3 Juli 1989 berdiri Yayasan Al Hikam Malang dengan akte notaris NO 47/ 1989. Kemudian Pesantren Mahasiswa Al Hikam sendiri secara resmi berdiri pada tanggal 17 Ramadlan 1413 H/ 21 Maret 1992.
Berdirinya pesantren inipun berjalan sebagaimana sejarah panjang dari pesantren-pesantren. Yakni adanya seseorang dalam masyarakat yang dipandang mampu menjadi pengemban nilai-nilai keagamaan kemudian masyarakat tersebut menyebutnya Kyai. Adanya hubungan saling percaya dan saling menerima antara masyarakat dan Kyai, menyebabkan terjadinya interaksi di segala urusan diantaranya adalah adanya masyarakat yang belajar tentang ilmu agama dan berbagai kegiatan kemasyarakatan.
Sebagai tempat untuk belajar ilmu agama, menjalankan ritual ibadah dan menyelenggarakan kegiatan kemasyarakatan, maka dibangunlah Masjid. Sebelum berdiri masjid di Pesantren Mahasiswa Al Hikam terlebih dulu dibangunlah satu surau (Surau At Taubah) di kampung Janti (Cengger Ayam dalam) sebagai tempat beribadat masyarakat Janti. Kemudian mengingat perkembangan dari kegiatan keagamaan khususnya terkait dengan itikad untuk membangun pesantren mahasiswa maka dibangunlah Masjid Al Ghazali tepat di Jalan Cengger Ayam, yang kemudian berkembang menjadi Pesantren Mahasiswa Al Hikam.
Diawali dengan beberapa orang yang shalat berjamaah di masjid, kemudian diadakan pengajian yang diikuti oleh beberapa orang warga sekitar termasuk beberapa mahasiswa akhirnya berdiamlah beberapa santri yang menempati bilik di samping Masjid Al Ghazali. Dari beberapa santri pertama inilah kemudian berkembang sedikit demi sedikit sampai saat ini menjadi ratusan santri.
Pesantren Mahasiswa Al Hikam bercita-cita untuk menggabungkan sisi positif perguruan tinggi dan pesantren untuk mewujudkan generasi yang mempunyai penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, berbudi pekerti luhur serta memiliki kepribadian dengan tetap memegang budaya dan semangat keIndonesiaan.
MOTTO PESANTREN
- Amaliah Agama
- Prestasi Ilmiah
- Kesiapan Hidup
JIWA PESANTREN
- Ikhlas Dalam Beramal
- Jujur dalam bersikap
- Sederhana dalam Hidup
- Santun dalam bergaul
- Mandiri dalam bersaha
- Berjuang bersama-sama
|